Maskapai Air Asia Raih Peringkat OTP Tertinggi se-Asean

Jakarta, bisabasi.id – Indonesia AirAsia (QZ) catatkan kinerja tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 80,34%, berdasarkan laporan terbaru On-Time Performance Monthly Report yang dirilis oleh Cirium baru-baru ini, sehingga menjadi maskapai dengan kinerja ketepatan waktu terbaik ke-3 di Asia Tenggara, pada bulan Oktober 2024.

“Ketepatan waktu adalah bagian penting dari pengalaman perjalanan yang kami tawarkan. Pengakuan ini merupakan bukti dari kerja keras tim kami untuk memastikan layanan operasional yang terbaik,” ujar Eddy Krismeidi, Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia, di Jakarta, Kamis (28/11/2024). (29/11).

Pengakuan ini menegaskan dedikasi Indonesia AirAsia dalam memberikan layanan yang dapat diandalkan dan tepat waktu kepada para penumpangnya. Di antara 10 maskapai terkemuka di Asia Tenggara, skor OTP ini menunjukkan efisiensi operasional dan komitmen Indonesia AirAsia untuk meminimalkan gangguan perjalanan bagi para pelanggannya.

Menurut Eddy, selain kinerja OTP yang kuat, Indonesia AirAsia juga mencatat tingkat keandalan operasional yang luar biasa dengan completion factor sebesar 99,86%, memastikan hampir semua penerbangan yang dijadwalkan berhasil dioperasikan.

Fokus ganda pada ketepatan waktu dan keandalan ini semakin mengukuhkan peran Indonesia AirAsia sebagai maskapai terpercaya di kawasan ini.

“Indonesia AirAsia selalu mengedepankan standar keamanan dan keselamatan di setiap penerbangannya. Indonesia AirAsia pun sudah diakui secara resmi sebagai operator yang telah menyelesaikan audit keselamatan operasional yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA),” tambahnya.

Inovasi AirAsia dalam Memperluas Jangkauan Jaringan

Di tahun 2024, Indonesia AirAsia terus berinovasi dengan memperluas jangkauan jaringannya melalui pembukaan tujuh rute internasional baru dan satu rute domestik baru. Beberapa rute internasional yang dilayani yaitu menuju Kota Kinabalu, Brunei Darussalam, Cairns, Hong Kong, dan Phuket, serta rute domestik Denpasar – Lampung. Langkah ini sejalan dengan komitmen AirAsia untuk menghubungkan lebih banyak kota dengan layanan yang terjangkau dan andal, memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi pelanggan.

Kinerja Indonesia AirAsia semakin luar biasa mengingat skala operasinya yang besar, dengan 3.459 penerbangan yang tercatat selama periode laporan ini. Dengan menggabungkan ketepatan waktu, efisiensi, dan layanan yang berfokus pada pelanggan, Indonesia AirAsia terus berkomitmen menjadi pilihan utama bagi para wisatawan di Asia Tenggara. Kedepannya, Indonesia AirAsia tetap berupaya meningkatkan kinerja OTP dan terus memenuhi ekspektasi pelanggan.

MANILA KRISTIN

Kristin Manila menyelesaikan gelar Sarjana di bidang Teknologi Informasi dari Universitas Kristen Duta Wacana pada tahun 2012. Memulai karirnya sebagai freelancer dan karyawan tetap di perusahaan kecil di Jogja, Kristin telah memperoleh pengalaman berharga dalam industri teknologi.

Dengan latar belakang yang kuat dan dedikasi terhadap inovasi, Kristin bergabung dengan PT Kanaka Hita Solvera (KHS) sebagai Direktur KHS pada tahun 2021 Sebagai Direktur, Kristin berfokus pada pengembangan strategi yang mengintegrasikan pengalaman teknologi dan keuangan untuk memberikan solusi konsultasi keuangan yang unggul dan relevan, dengan pendekatan inovatif dan adaptif terhadap perkembangan terbaru di pasar.

T HERDITYA WICAKSANA, CEWA-M

T. Herditya Wicaksana, lulusan Ilmu Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, telah berkecimpung di dunia pasar modal sejak tahun 2009. Saat ini, beliau aktif sebagai pembicara dalam pelatihan analisis teknikal dan juga sebagai penasehat analisis Elliott Wave untuk berbagai klien ritel maupun institusi.

Pada tahun 2023, beliau memperoleh sertifikasi CEWA-M (Certified Elliott Wave Analyst Master), yang merupakan sertifikasi internasional dengan tingkatan tertinggi untuk analis Elliott Wave. Hanya sedikit orang di seluruh dunia yang memiliki gelar CEWA-M ini. Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur PT. Kanaka Hita Solvera dan Dewan Pengawas Koperasi Agrapana Tunas Mandiri.

DANIEL AGUSTINUS, CEWA-M

Daniel Agustinus, lulusan Teknik Industri dari Atma Jaya Yogyakarta, telah mendalami dunia keuangan dan pasar modal sejak tahun 2010. Saat ini, beliau aktif sebagai pembicara dalam pelatihan analisis teknikal dan juga sebagai penasehat analisis Elliott Wave untuk klien institusi maupun klien VIP.

Pada tahun 2020, beliau menjadi orang Indonesia pertama yang memperoleh sertifikasi CEWA-M (Certified Elliott Wave Analyst Master), yang merupakan sertifikasi internasional dengan tingkatan tertinggi untuk analis Elliott Wave. Hanya sedikit orang di seluruh dunia yang memiliki gelar CEWA-M ini. Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur di PT. Kanaka Hita Solvera dan juga aktif menjabat sebagai Direktur di PT. Kanaka Hita Baswara.

WIJEN PONTUS, CTA, CEWA

Wijen Pontus, lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), telah berkecimpung di dunia pasar modal sejak tahun 2006. Selama belasan tahun, beliau berperan sebagai konsultan riset Elliott Wave di berbagai sekuritas asing maupun lokal, dana pensiun, dan manajemen aset. Saat ini, beliau dikenal sebagai salah satu dari sedikit ahli Elliott Wave di Indonesia dan telah mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan serta memperkenalkan Analisis Elliott Wave di tanah air. Pada tahun 2020, beliau memperoleh sertifikasi CEWA (Certified Elliott Wave Analyst) yang diakui secara internasional.

Analisis Elliott Wave kini telah diterima, diterapkan, dan diakui akurasinya oleh berbagai institusi pengelola dana di Indonesia. Sepanjang karirnya, Wijen Pontus telah memberikan ratusan seminar dan pelatihan tentang Elliott Wave untuk investor ritel dan institusi, termasuk BPJS (dulu Jamsostek) dan TASPEN, yang merupakan institusi keuangan terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2009, beliau bersama dengan rekannya mendirikan B-Trade yang berada di bawah naungan PT. Kanaka Hita Solvera. Selain itu, beliau juga aktif menjabat sebagai Direktur di PT. Kanaka Hita Investama dan juga sebagai Direktur Investasi dan Pengembangan Portofolio Dana Abadi Ikatan Alumni Elektro ITB (IAE ITB).